Kamis, 09 September 2010

Benarkah Setiap Ibu Miliki 23 Profesi

Kamis, 02 September 2010


Tanpa disadari, seorang ibu menjalankan multiperan dalam kehidupan rumah tangga. Mulai dari koki menyiapkan masakan untuk keluarga, penata rambut anak, hingga manajer keuangan rumah tangga.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, peneliti Chessington World of Adventures menemukan bahwa mayoritas ibu modern melakukan 23 pekerjaan berbeda demi menyeimbangkan karier dan kehidupan keluarga.
Hari libur, mungkin paling dinanti oleh suami dan anak-anak untuk bersantai di rumah. Tetapi bagi ibu, hari libur berarti mereka harus bekerja selama 13 jam. "Para ibu di seluruh dunia bekerja sangat keras dengan melakukan banyak hal dalam satu waktu," kata para peneliti.
"Sungguh menakjubkan mengetahui bagaimana mereka melakukan semuanya dalam satu hari, dan sekaligus menjelaskan mengapa mereka memiliki sedikit waktu untuk diri sendiri untuk sekedar melepas lelah."
Penelitian dilakukan dengan mewawancarai 2.500 ibu rumah tangga, terkait aktivitas mereka selama masa libur sekolah. Lebih dari separuh mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan cukup bantuan dari anggota keluarga untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Padahal, enam dari setiap 10 ibu berharap pasangannya sedikit membantu. Sebanyak 3/4 tegas meminta suami membantu mengurus rumah.
Sebanyak 2/3 mengaku benar-benar lelah ketika libur sekolah tiba. Tujuh di antara 10 ibu rumah tangga justru mengaku mendapat waktu istirahat lebih layak ketika anak-anak kembali ke sekolah. Berdasar penelitian , ibu rumah tangga hanya memiliki waktu rata-rata 42 menit per hari untuk santai sempurna.

Sunting from Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni - Kamis, 2 September

Senin, 06 September 2010

Bertahan Dalam Hubungan Tanpa Cinta

Ada wanita yang mengalami tekanan batin dalam sebuah hubungan. Ada juga yang kekasihnya mendua. Bahkan, ada yang menjadi korban penganiayaan oleh pasangannya. Tapi, mengapa banyak dari mereka yang masih rela mempertahankan hubungan dalam kondisi tragis semacam itu? Seperti dikutip dari allwomenstalk.com, delapan alasan ini mungkin yang mendasari banyak orang rela bertahan dalam hubungan tanpa cinta.
1. Tidak bisa lepas
Kondisi ini seringkali dialami mereka yang mengalami hubungan putus-sambung. Meski pernah merasa sakit hati yang begitu menyayat, namun akhirnya mudah rujuk dan memaafkan. Terkadang, hubungan ini dapat memiliki hasil yang baik, tapi banyak pula yang berakhir menyedihkan.
2. Takut Ditinggalkan
Sejumlah orang merasa takut berpisah karena memiliki pengalaman atau aib bersama. Mereka takut apakah setelah putus, si dia akan membeberkan semua kejelekan atau perilaku buruk yang pernah dilakukan bersama.
3. Dia terlalu memesona
Wajah tampan memang melenakan. Memiliki pasangan rupawan terkadang menjadi kebanggaan tersendiri dan menambah percaya diri. Banyak orang takut putus karena khawatir tak akan mendapat pengganti setampan itu. Meski hubungan diwarnai kasus-kasus menyakitkan yang 'memakan hati', banyak orang rela bertahan di dalamnya.
4. Alasan sosial
Beberapa wanita tinggal dalam hubungan yang menyakitkan karena alasan sosial. Ini seringkali terjadi ketika pasangan itu teman berbagi yang sama. Mereka merasa bahwa jika mereka mengakhiri hubungan mereka, mereka harus mendapatkan teman baru.
5. Takut stres
Wanita itu tidak bisa keluar dari hubungan itu karena dia takut apa yang akan terjadi jika dia pergi. Banyak yang terpancing imajinasi dalam film-film, di mana banyak orang patah hati sulit mengendalikan emosinya dan akhirnya celaka.
6. Tak ada tempat bersandar
Wanita tidak memiliki tempat untuk pergi dan mereka tidak tahu harus berbuat apa. Mereka tidak punya rumah dan tidak tahu ke mana harus berpaling. Selalu ada tempat penampungan untuk wanita yang dipukuli dan disiksa yang dapat Anda jadikan sebagai tempat berlindung.
7. Wanita mudah merasa salah
Dari waktu ke waktu, wanita berpikir bahwa mereka menyebabkan masalah. Mereka pikir alasan suami atau pacar mereka berselingkuh adalah karena mereka tidak menghabiskan cukup waktu dengan keluarga ataupun sang pacar, atau bisa juga tak becus mengurus keluarga. Oleh karena itu, banyak wanita mengakui kesalahannya dalam setiap hubungan.
8. Anak
Kita semua tahu bahwa salah satu alasan utama wanita tetap bertahan dalam hubungan jika ada rasa sakit adalah karena anak. Mereka umumnya tidak ingin anak-anak mereka menjadi korban perceraian. Dan perlu hati-hati saat memutuskan perceraian, karena cerai bisa membuat trauma pada anak-anak.

By Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti - Jumat, 3 September