Rabu, 10 November 2010

LIMA CAMILAN SEHAT DI MEJA ANDA


Bekerja di depan komputer jinjing dengan seabrek tugas dari pagi hingga petang, bahkan kadang malam hari, tentu menjemukan. Kopi sudah ada, teh plus krim mungkin tak ketinggalan. Biasanya untuk sejumlah pekerja kantoran, camilan juga tak boleh ketinggalan menemani hari-hari bekerja di ruangan.

Nah camilan yang populer biasanya adalah gorengan, kacang, coklat atau makanan kemasan. Semuanya mengandung lemak, gula yang tinggi, MSG hingga pengawet. Tentu tidak sehat jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu panjang.

Boleh dong sesekali atau malah setiap hari menyiapkan camilan sehat di meja Anda. Camilan yang rendah kalori, rendah lemak, rendah garam hingga berserat tinggi.

Berikut lima camilan sehat yang layak diletakkan di meja Anda dan juga sehat disantap, seperti yang dikutip dari Shine, Selasa (9/11):

1. Keju

Siapa bilang keju kolesterol, sama sekali tidak. Produk makanan dari susu sapi atau kambing ini sangat sehat. Lemak dan kalorinya rendah. Jadi tidak membuat perut Anda membuncit. Keju malah bisa membantu melancarkan saluran percernaan. Yang paling penting keju tidak memiliki bahan pengawet kimiawi.

Anda bisa memakan keju dengan roti gandum atau dimakan begitu saja. Usai menyantap keju, jika tersisa, bungkus dengan rapat dan simpan di kulkas.

2. Biskuit beras Quaker

Produk pangan asal Amerika Serikat ini dikenal dengan kualitasnya yang jempolan. Quaker selalu mengutamakan kebersihan dan kandungan gizi di setiap produknya. Menyukai biskuit? Anda boleh mengganti biskuit coklat atau dodol yang biasa disantap di kantor dengan biskuit beras Quaker. Biskuit beras Quaker mengandung kalori rendah. Rasanya memang tawar, tapi jika diolesi dengan selai atau keju, tentu akan menjadi beda.

3. Biskuit Mini Larabar

Tak suka dengan rasa biskuit beras Quaker yang tawar, Anda bisa memilih biskuit mini Larabar. Biskuit ini memiliki rasa apple pie dan kue kacang, tentu cocok dengan lidah kebanyakan orang Indonesia. Biskuit Mini Larabar dibuat dari bahan baku pilihan serta rendah bahan pengawet.

Produk ini memang tidak dijual luas di Indonesia. Anda bisa mencarinya di gerai toko yang biasa dikunjungi oleh warga negara asing.

4. Jagung berondong

Jagung berondong atau populer dengan sebutan popcorn biasanya menjadi teman di saat nonton bioskop. Popcorn juga bisa dijadikan camilan di saat bekerja di kantor. Tapi jika tak ingin tekanan darah Anda naik, kurangi takaran garamnya ketika akan memanggang atau ganti dengan madu asli.

5. Buah

Buah segar sudah pasti sehat. Anda bisa memilih apel, pisang, jeruk, pir atau pepaya. Tinggal pilih. Ada baiknya jangan menyantap buah yang sudah dikupas kulitnya lebih dari empat jam. Kesegaran dan vitaminnya dipastikan sudah berkurang banyak.

Fajar AP; redaksi[at]yahoo-inc[dot]com

Senin, 01 November 2010

Golongan Darah O, Lebih Sulit Hamil?


 
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Golongan darah diduga turut berpengaruh terhadap kehamilan. Para ilmuwan melaporkan, untuk pertama kalinya ditemukan bukti bahwa golongan darah mempengaruhi peluang seseorang untuk hamil.
Dari penelitian ini terungkap bahwa wanita dengan golongan darah O lebih sulit hamil karena jumlah telur yang lebih sedikit dan kualitas telur yang lebih rendah.
Temuan ini didasarkan pada penelitian terhadap lebih dari 500 wanita yang menjalani terapi kesuburan di Amerika Serikat (AS). Sedangkan wanita dengan golongan darah A cenderung memiliki jumlah telur yang lebih banyak.
"Kami menemukan bahwa wanita dengan golongan darah A dan AB terlindungi dari gejala menurunnya cadangan sel telur," kata Edward Nejat, salah seorang peneliti, Senin (25/10).
Meski demikian, Nejat mengatakan, temuan ini hanya salah satu aspek dari kesuburan wanita dan masih perlu penelitian lebih lanjut. "Usia seseorang masih menjadi faktor terpenting berhasil tidaknya untuk hamil," kata dia.
Menanggapi temuan ini ilmuwan Inggris Tony Rutherford mengatakan, ini untuk pertama kalinya ada pakar yang bisa menunjukkan kaitan antara golongan darah dan peluang untuk hamil. Namun ia menambahkan ada hormon-hormon lain yang menyebabkan berkurangnya cadangan sel telur, yang juga penting untuk dikaji. Jadi, bagi Anda yang bergolongan darah O tak perlu terlalu khawatir dengan hasil penelitian ini.

Kamis, 09 September 2010

Benarkah Setiap Ibu Miliki 23 Profesi

Kamis, 02 September 2010


Tanpa disadari, seorang ibu menjalankan multiperan dalam kehidupan rumah tangga. Mulai dari koki menyiapkan masakan untuk keluarga, penata rambut anak, hingga manajer keuangan rumah tangga.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, peneliti Chessington World of Adventures menemukan bahwa mayoritas ibu modern melakukan 23 pekerjaan berbeda demi menyeimbangkan karier dan kehidupan keluarga.
Hari libur, mungkin paling dinanti oleh suami dan anak-anak untuk bersantai di rumah. Tetapi bagi ibu, hari libur berarti mereka harus bekerja selama 13 jam. "Para ibu di seluruh dunia bekerja sangat keras dengan melakukan banyak hal dalam satu waktu," kata para peneliti.
"Sungguh menakjubkan mengetahui bagaimana mereka melakukan semuanya dalam satu hari, dan sekaligus menjelaskan mengapa mereka memiliki sedikit waktu untuk diri sendiri untuk sekedar melepas lelah."
Penelitian dilakukan dengan mewawancarai 2.500 ibu rumah tangga, terkait aktivitas mereka selama masa libur sekolah. Lebih dari separuh mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan cukup bantuan dari anggota keluarga untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Padahal, enam dari setiap 10 ibu berharap pasangannya sedikit membantu. Sebanyak 3/4 tegas meminta suami membantu mengurus rumah.
Sebanyak 2/3 mengaku benar-benar lelah ketika libur sekolah tiba. Tujuh di antara 10 ibu rumah tangga justru mengaku mendapat waktu istirahat lebih layak ketika anak-anak kembali ke sekolah. Berdasar penelitian , ibu rumah tangga hanya memiliki waktu rata-rata 42 menit per hari untuk santai sempurna.

Sunting from Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni - Kamis, 2 September

Senin, 06 September 2010

Bertahan Dalam Hubungan Tanpa Cinta

Ada wanita yang mengalami tekanan batin dalam sebuah hubungan. Ada juga yang kekasihnya mendua. Bahkan, ada yang menjadi korban penganiayaan oleh pasangannya. Tapi, mengapa banyak dari mereka yang masih rela mempertahankan hubungan dalam kondisi tragis semacam itu? Seperti dikutip dari allwomenstalk.com, delapan alasan ini mungkin yang mendasari banyak orang rela bertahan dalam hubungan tanpa cinta.
1. Tidak bisa lepas
Kondisi ini seringkali dialami mereka yang mengalami hubungan putus-sambung. Meski pernah merasa sakit hati yang begitu menyayat, namun akhirnya mudah rujuk dan memaafkan. Terkadang, hubungan ini dapat memiliki hasil yang baik, tapi banyak pula yang berakhir menyedihkan.
2. Takut Ditinggalkan
Sejumlah orang merasa takut berpisah karena memiliki pengalaman atau aib bersama. Mereka takut apakah setelah putus, si dia akan membeberkan semua kejelekan atau perilaku buruk yang pernah dilakukan bersama.
3. Dia terlalu memesona
Wajah tampan memang melenakan. Memiliki pasangan rupawan terkadang menjadi kebanggaan tersendiri dan menambah percaya diri. Banyak orang takut putus karena khawatir tak akan mendapat pengganti setampan itu. Meski hubungan diwarnai kasus-kasus menyakitkan yang 'memakan hati', banyak orang rela bertahan di dalamnya.
4. Alasan sosial
Beberapa wanita tinggal dalam hubungan yang menyakitkan karena alasan sosial. Ini seringkali terjadi ketika pasangan itu teman berbagi yang sama. Mereka merasa bahwa jika mereka mengakhiri hubungan mereka, mereka harus mendapatkan teman baru.
5. Takut stres
Wanita itu tidak bisa keluar dari hubungan itu karena dia takut apa yang akan terjadi jika dia pergi. Banyak yang terpancing imajinasi dalam film-film, di mana banyak orang patah hati sulit mengendalikan emosinya dan akhirnya celaka.
6. Tak ada tempat bersandar
Wanita tidak memiliki tempat untuk pergi dan mereka tidak tahu harus berbuat apa. Mereka tidak punya rumah dan tidak tahu ke mana harus berpaling. Selalu ada tempat penampungan untuk wanita yang dipukuli dan disiksa yang dapat Anda jadikan sebagai tempat berlindung.
7. Wanita mudah merasa salah
Dari waktu ke waktu, wanita berpikir bahwa mereka menyebabkan masalah. Mereka pikir alasan suami atau pacar mereka berselingkuh adalah karena mereka tidak menghabiskan cukup waktu dengan keluarga ataupun sang pacar, atau bisa juga tak becus mengurus keluarga. Oleh karena itu, banyak wanita mengakui kesalahannya dalam setiap hubungan.
8. Anak
Kita semua tahu bahwa salah satu alasan utama wanita tetap bertahan dalam hubungan jika ada rasa sakit adalah karena anak. Mereka umumnya tidak ingin anak-anak mereka menjadi korban perceraian. Dan perlu hati-hati saat memutuskan perceraian, karena cerai bisa membuat trauma pada anak-anak.

By Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti - Jumat, 3 September

Selasa, 31 Agustus 2010

Kenalan donk...

hi, pren...
i'm anna..Q pgen nih kalian kenal aku kan katanya tak kenal maka tak sayang...In this blog, Q pgen berbagi about everything to U...mulai dr share info ato sekedar berbagi pengalaman...

Q harap blog ini punya manfaat so sering2 kasih komentar nyang menurut kalian suka akan tulisan Q yach...

Cia you...

Slm semgat
*_^